RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Datang Kepada BAPA

Renungan Harian Virtue Notes, 13 Mei 2010

Datang Kepada BAPA


Bacaan : Yohanes 17 : 20-21

17:20. Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;

17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.


Banyak orang Kristen merasa puas jika mereka telah menunaikan praktik keberagamaan yang baik di mata manusia, tetapi tidak mengerti bahwa proyeksi Kekristenan yang diinginkan oleh TUHAN Yesus adalah hubungan yang eksklusif dengan BAPA. Hubungan eksklusif yang diharapkan TUHAN ini termuat dalam isi doa-NYA (ayat 21).

Hubungan eksklusif ini sejalan dengan perkataan TUHAN Yesus, "Tidak ada seorang pun yang datang kepada BAPA, kalau tidak melalui AKU" (Yohanes 14 : 6). Kata "datang" dalam teks aslinya tertulis 'erkhomai" yang bukan saja berarti "datang", tetapi juga "menemani" atau "bersama dengan" (to accompany). Ini menunjukkan bahwa "datang kepada BAPA" berarti "kebersamaan dengan BAPA dalam persekutuan pribadi yang indah", hubungan yang eksklusif. Itulah sebabnya pengertian teks ini tidak boleh diartikan sekedar masuk Surga, sebab sesungguhnya "datang kepada BAPA" mempunyai pengertian yang sangat dalam. Kita bukan saja diperkenankan masuk Surga, tetapi juga diperkenankan menjadi anak-anak dari TUHAN Semesta Alam.

Satu hal yang harus kita camkan adalah TUHAN mengingini kita memiliki hubungan yang semakin hari semakin dalam dengan diri-NYA. ALLAH kita adalah ALLAH yang hidup, nyata, dan Maha Hadir. IA berkenan dikenal dan sengaja memperkenalkan diri-NYA semakin dalam, agar dapat terjalin hubungan yang semakin mesra antara kita dengan DIA.

Lalu mengapa banyak orang Kristen tidak dapat mengalami kenyataan hubungan yang semakin dalam dengan TUHAN? Itu karena sikap mereka yang salah, sebagai hasil penyesatan iblis. iblis mengajarkan kepuasan-kepuasan semu dalam hidup beragama : Misalnya orang puas jika menyanyi dalam praise and worship yang meriah dan sebaliknya tidak puas jika praise and worshipnya tidak meriah, atau sanggup memberi persepuluhan, seakan-akan telah mencapai tujuannya datang kepada BAPA. Padahal sejatinya banyak kepuasan dalam praktik keberagamaan itu hanya dialami secara emosional oleh manusia dalam daging, bukan dalam roh sebagai akibat dari hubungan pribadi yang semakin dalam dengan TUHAN. Karena itu marilah kita masing-masing berperkara dengan TUHAN. Gereja dan para pelayannya dan seluruh fasilitas pelayanan hanyalah alat, bukan tujuan. Semua anak TUHAN adalah pribadi-pribadi yang memiliki hak khusus untuk datang kepada BAPA.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.