RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Bukan Roh Ketakutan

Renungan Harian Virtue Notes, 1 Nopember 2010

Bukan Roh Ketakutan


Bacaan: 2 Timotius 1:7–8

1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
1:8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.


Ketakutan adalah respons emosional manusia terhadap sesuatu yang mengancam atau membahayakan. Para pakar psikologi terkemuka dunia mengatakan bahwa ketakutan adalah emosi alami bawaan sejak lahir, dan sering merupakan reaksi segera terhadap suatu kejadian. Contohnya, jika kita mendadak bertemu seekor harimau yang berkeluyuran bebas di tengah jalan, tidakkah kita mencari tempat bersembunyi? Jadi jelas, Tuhan memberikan kemampuan kepada manusia dan hewan untuk merasa takut, agar dapat mempertahankan hidupnya dari bahaya.

Banyak pembicara menggunakan ay. 7 sebagai dasar untuk mengatakan bahwa orang Kristen tidak boleh takut atas masalah ekonomi, keluarga, ataupun kesehatan, sebab Tuhan pasti memberikan jalan keluar. Ini tidak tepat, karena itu sebetulnya bukan ketakutan yang dimaksud, melainkan kekhawatiran. Memang asalkan hidup bertanggung jawab, kita tidak perlu khawatir. Ada pula pembicara yang mengajarkan umat untuk berdoa, minta rasa takutnya diangkat-Nya. Misalnya, seseorang yang bermasalah kejiwaan akrofobia (takut ketinggian) disuruh berdoa agar roh ketakutannya pergi. Tetapi sering kali ketakutan tersebut tidak kunjung hilang. Mengapa?

Sejatinya, ayat ini tidak berbicara mengenai ketakutan yang wajar dan alami, melainkan sifat pengecut. Kata yang digunakan untuk “ketakutan” adalah δειλία (dīlia) yang menggambarkan ketakutan yang berlebihan dan selalu negatif. Jadi Tuhan tidak melarang kita untuk takut, tetapi Ia tak suka kita menjadi pengecut. Seorang pengecut dikalahkan oleh rasa takutnya, tetapi anak Tuhan harus hidup dalam roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban. “Ketertiban” aslinya ditulis σωφρονισμός (sōfronizmós) yang artinya “disiplin”, “pengendalian diri”. Roh ini membantu kita untuk dapat mengalahkan ketakutan yang negatif.

Contoh sederhana, katakan kita takut naik pesawat terbang, padahal pekerjaan Tuhan mengharuskan hal tersebut. Seharusnya walaupun sambil gemetar, kita tetap membeli tiket dan menaiki pesawat. Bila percaya terhadap kekuatan dari Tuhan, mengasihi Dia dan sesama, serta punya pengendalian diri, kita harus berani bertindak mengalahkan ketakutan, sekalipun itu berarti penderitaan bagi kita (ay. 8). Jadi sebagai anak Tuhan, untuk kepentingan-Nya kita harus mengalahkan perasaan takut. Bukan berarti kita tidak merasa takut lagi, melainkan tidak membiarkan perasaan takut itu mencegah kita melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Ketakutan itu mungkin akan hilang seiring waktu; tetapi sekalipun masih terasa, itu bukan alasan untuk menghindari pekerjaan Tuhan. Kita bukan umat pengecut.


Demi kepentingan Tuhan, kita harus bertindak untuk mengalahkan perasaan takut kita.


Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Bro kalau boleh dikomen Allah itu tidak pernah memberikan Roh ketakutan kepada manusia.
Kalu kita mau baca dan cermati cerita adam dan hawa, pada mulanya adam dan hawa tidak takut dengan binatang buas, bahkan binatang buas adam dan hawa yang meberikan nama, adam tidak takut bicara bicara dengan Sang Kebenaran (Allah) dan adam tidak punya rasa takut sedikitpun dengan Iblis yang menyamar menjadi ular. TETAPI waktu Adam dan hawa makan buah yang dilarang itu, maka ketakutan itu datang, dia sembunyi dari hadirat Sang Kebenaran (Allah).

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.