RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Kemerdekaan Oleh Hukum Roh

Renungan Harian Virtue Notes, 27 Nopember 2010

Kemerdekaan Oleh Hukum Roh



Bacaan: Roma 8: 1-6


8:1. Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

8:2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,

8:4 supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.

8:5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.

8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.



Perubahan untuk menjadi anak-anak Allah bisa terjadi sebab Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kita dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut (ay. 2). Alkitab Terjemahan Baru Edisi 2 lebih tepat dan mudah dimengerti: “Sebab hukum Roh yang memberi hidup telah memerdekakan engkau dalam Kristus Yesus dari hukum dosa dan hukum maut.”


Ternyata dalam kehidupan ini terdapat dua jenis hukum kehidupan dalam diri manusia, yaitu hukum dosa dan hukum maut. Kedua hukum inilah yang menyebabkan roh tidak mampu menguasai seluruh kehidupan manusia, dan manusia tidak mampu melakukan kehendak Bapa. Kejatuhan manusia ke dalam dosa membuat manusia terjual di bawah hukum dosa, artinya manusia terkunci tidak mampu lagi melakukan kehendak roh seperti rancangan semula.


Tetapi syukurlah ada hukum yang lain, yaitu hukum Roh yang menghidupkan di dalam atau melalui Kristus. Hukum Roh ini baru ada setelah Tuhan Yesus membuktikan bahwa Ia mampu mengalahkan dosa dalam daging-Nya (ay. 3). Ia taat, menuruti kehendak Allah dalam daging-Nya dan berhasil. Dengan demikian Ia dapat membatalkan hukum dosa dan hukum maut. Sejak itu, manusia dimungkinkan untuk melakukan kehendak Allah, atau hidup menurut Roh.


Pembebasan manusia atas hukum dosa dan hukum maut dilakukan apabila ada seorang manusia yang dapat hidup menurut kehendak Roh. Tuhan Yesuslah yang melakukannya. Ialah yang menciptakan hukum Roh yang menghidupkan. Berkenaan dengan hal ini, Rasul Paulus menulis pula, “Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.” (1Kor 15:22–23).


Adam pertama menjadi makhluk yang hidup, tetapi Adam yang terakhir—Yesus Kristus—menjadi roh yang menghidupkan (1Kor. 15:45). Dengan demikian, kita yang menjadi milik-Nya dan tinggal di dalam-Nya sama sekali tidak akan dihukum (ay. 1) sebab Kristus sudah memerdekakan kita oleh hukum Roh. Tetapi janganlah kabar baik ini membuat kewaspadaan kita berkurang, sebab syaratnya adalah kita harus benar-benar menjadi milik-Nya dan tinggal di dalam-Nya.



Kemerdekaan oleh hukum Roh diberikan Tuhan Yesus kepada kita yang tinggal di dalam-Nya.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.
 
Powered By Blogger