RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Tuhan Yang Membutuhkan Kita?

Renungan Harian Virtue Notes, 16 Oktober 2011

Tuhan Yang Membutuhkan Kita?



Bacaan: Yohanes 6: 25-27


6:25 Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"

6:26 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.

6:27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.



Anak-anak kecil sering menunjukkan sikap seolah-olah orang tuanya membutuhkan dirinya. Contohnya ketika orang tuanya menghendaki sesuatu, misalnya menyuruh anaknya makan sayur atau minum vitamin atau obat tertentu, si anak tidak mau melakukannya. Sering orang tua harus membujuk sedemikian rupa agar anaknya mau menurutinya. Si anak kadang mengajukan syarat, misalnya setelah minum obat, ia meminta dibelikan coklat atau balon. Ia tidak mengerti bahwa yang diberikan orang tuanya tersebut adalah kebutuhannya sendiri, bukan kebutuhan orang tuanya.


Tanpa disadari, sebagai orang Kristen ternyata tidak sedikit dari kita yang memiliki pola pikir kekanak-kanakan seperti itu. Misalnya, mungkin kita berpikir bahwa kita harus memuji dan menyembah Tuhan, karena Ia membutuhkan pujian tersebut. Kalau sudah demikian, kita merasa berhak menuntut atau mengklaim agar Tuhan memberi apa yang kita minta, karena kita telah menyembah-Nya.


Atau mungkin kita juga berpikir bahwa karena Tuhan menginginkan sebanyak mungkin orang selamat, Ia membutuhkan kita untuk menarik banyak orang menjadi anggota gereja. Karenanya kita melakukan berbagai cara yang disebut kegiatan pelayanan dengan tujuan utama untuk menambah jumlah anggota gereja. Tetapi kalau kita tilik lebih mendalam lagi, sungguhkah itu usaha untuk menyelamatkan manusia? Sering sebenarnya tidak; sering itu semua tak ubahnya bisnis, sama seperti bisnis lainnya, hanya saja wahananya adalah lembaga gereja. Kita harus sadar bahwa keselamatan bukan sekadar menarik orang untuk memeluk agama Kristen dan memenuhi gereja kita, melainkan mengembalikan orang kepada rancangan Allah. Ini membutuhkan proses melalui penggarapan Allah.


Cara berpikir yang tidak dewasa ini tampak saat orang banyak mencari Tuhan Yesus dari seberang Danau Galilea. Itu bukan karena mereka mencari ajaran-Nya, melainkan karena mereka mencari makanan gratis dari-Nya. Mereka menganggap Yesus membutuhkan banyak pengikut—mungkin untuk motif politis, seperti ingin menjadi raja—dan karenanya Ia akan memberikan apa saja yang mereka butuhkan asal mereka mengikuti-Nya.


Jangan sampai kita terus tidak dewasa. Kita harus sadar bahwa seperti orang tua memberi sayur atau vitamin karena kebutuhan anaknya dan karena ia mencintai anaknya, Allah juga menginginkan kita memuji dan menyembah-Nya serta melayani-Nya juga karena Ia mencintai kita dan kita membutuhkan persekutuan dengan-Nya.



Allah ingin kita menaati-Nya karena cinta-Nya, bukan karena Ia membutuhkan kita.



Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.