RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Aplikasi Konkret

Renungan Harian Virtue Notes, 30 Oktober 2011

Aplikasi Konkret



Bacaan: 2 Timotius 3: 15-17


3:15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.

3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

3:17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.



Kisah mengenai Adam dan Hawa dalam kitab Kejadian menjadi lebih berarti kalau kita mengambil maknanya yang terdalam, bukan hanya menganggapnya sekadar cerita historis. Kitab Suci sebagai tulisan yang diilhamkan Allah bukan hanya kumpulan cerita, melainkan tuntunan kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus. Oleh karena itu tanpa mengurangi penghargaan terhadap kisah Adam dan Hawa sebagai fakta historis, yang penting adalah kita harus dapat menggali makna yang terkandung di dalamnya, sehingga aplikasi konkretnya bisa dikenakan dalam kehidupan hari ini.


Jika kita melihat cerita-cerita dalam Alkitab hanya sebagai sejarah, maka yang terjadi adalah pemahaman yang dangkal, bahkan menimbulkan kebingungan. Sebab pikiran manusia modern yang terlatih, analitis, kritis dan cermat akan tertumbuk pada pembahasan yang kurang esensial, seperti penekanan secara harfiah bahwa dunia diciptakan dalam enam kali 24 jam, bumi lebih dahulu ada daripada matahari, ular dahulu bisa berbicara, dan sebagainya. Pikiran yang sama cerdasnya pula mempertanyakan kebenaran historis kisah itu, sebab tampak bertentangan dengan sains. Perdebatan yang timbul di sini tidak menuntun pada keselamatan.


Sesungguhnya kita harus memahami bahwa cerita-cerita dalam Alkitab seperti kisah Adam dan Hawa bukan sekadar kisah sederhana. Dengan hikmat Tuhan, kita dapat menguraikannya sebagai suatu kebenaran yang sangat luar biasa. Ada sesuatu yang lebih bermakna daripada selintas cerita tentang buah pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Makna itulah yang dapat diurai, sehingga dapat menjadi konsumsi jiwa di zaman mana pun. Roh Kudus memimpin kita untuk mengerti kebenaran, dan untuk mengerti kebenaran dibutuhkan sikap keterbukaan untuk berani menerima hal-hal yang selama ini terpatok pemikiran konservatif.


Pesan yang disampaikan oleh Allah yang Mahacerdas dibungkus melalui cerita-cerita sederhana, yang sesuai dengan penerimanya. Apabila orang Israel pada zaman Musa—3500 tahun yang lalu—diberi penjelasan secara rinci seperti kita di era internet ini, mereka tak sanggup menerimanya, karena mereka adalah orang-orang yang berpikiran sederhana. Bagi mereka cerita itu sudah cukup mewakili kehendak Tuhan yang harus mereka pahami. Tetapi setelah Injil diberitakan, dapatlah kita peroleh pengetahuan tanpa batas oleh tuntunan Roh Kudus. Dengan-Nya kita dapat memahami makna yang dalam, yang up-to-date dan relevan sepanjang masa. Kita pun sadar bahwa kisah sederhana itu memperlengkapi kita untuk perbuatan baik.



Cerita Alkitab sederhana seperti kisah Adam dan Hawa makin berarti manakala kita dapat mengenakan aplikasi konkretnya hari ini.



Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.