RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Kerajaan-Nya Bukan Dari Dunia Ini

Renungan Harian Virtue Notes, 4 Oktober 2011

Kerajaan-Nya Bukan Dari Dunia Ini



Bacaan: 1 Petrus 1: 13


1:13 Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.



Kenaikan Tuhan Yesus ke surga adalah bukti dan petunjuk yang jelas yang mengonfirmasikan pernyataan-Nya bahwa kerajaan-Nya bukan dari dunia ini (Yoh. 18:36). Ia kembali ke tempat dimana Ia sebelumnya berada, duduk di sebelah kanan Allah.


Ia yang kita percaya sebagai Juruselamat bukanlah sekadar sesosok tokoh agama atau nabi yang menganjurkan suatu agama baru. Ia bukan sekadar penganjur suatu etika kehidupan supaya manusia menjadi baik sewaktu masih hidup di dunia, melainkan mempersiapkan setiap individu untuk diperkenankan masuk kerajaan-Nya. Tuhan Yesus sendiri berjanji agar di tempat di mana Ia ada, sebagai orang percaya kita diperkenankan bersama dengan-Nya (Yoh. 14:1–3). Suatu hari nanti Ia akan datang kembali ke bumi tempat kita berdomisili hari ini, untuk menjemput kita masuk Kerajaan-Nya (Kis. 1:11).


Sebagai orang percaya, kita harus meletakkan pengharapan kita sepenuhnya pada penyataan Tuhan Yesus Kristus datang kembali tersebut. Tidak boleh ada hal yang lebih kita harapkan dari hal ini. Kalau Ia merindukan agar di mana Ia ada kita juga ada dan untuk itu Ia mengorbankan diri-Nya, maka kita juga harus meletakkan kerinduan tersebut di atas segala kerinduan. Kalau kita mengabaikan hal ini, berarti keseriusan kita dengan proyek keselamatan yang Tuhan Yesus kerjakan patut diragukan.


Oleh karena begitu banyaknya kesibukan hidup dan segala kesenangan dunia, sering kita tidak merasa dan menganggap pengharapan pada penyataan Kristus itu sebagai hal yang penting. Banyak hal yang kita anggap sangat penting, sehingga kerinduan kita bersama dengan Tuhan dalam Kerajaan-Nya menjadi sesuatu yang kurang berarti, atau bahkan tidak berarti. Coba kita renungkan, takutkah kita menghadapi kematian? Takutkah kita menghadapi kedatangan Tuhan, atau yang sering disebut sebagai kiamat? Kalau kita masih takut atau menganggap akhir zaman atau akhir hidup kita sebagai bencana, berarti kita masih meragukan, bahkan tidak memercayai apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus. Ini berarti pula kita kurang menghargai pengorbanan yang dilakukan-Nya. Yesus berkata bahwa Ia pergi untuk menyediakan tempat bagi kita; sesudah itu Ia akan menjemput kita. Kalau kita takut mati atau takut menyongsong kedatangan-Nya, sama saja dengan tidak mau dijemput-Nya, atau sama saja dengan tidak serius menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.



Kalau kita serius berharap akan penyataan Kristus, maka kita tidak akan takut mati.



Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

1 komentar:

Yohanes Liu mengatakan...

Setuju pak de. Seharusnya orang Kristen itu tidak takut mati. Sebab dijemput pulang ke rumah yang senang. Yang perlu ditakuti kalau dijemput oleh penunggang kuda hijau kuning (pucat pasi) dalam Wahyu 6:8, sebab akan masuk ke dalam Kerajaan Maut, Hades. Matilah kekal di sana....

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.