RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Prestasi Abadi

Renungan Harian Virtue Notes, 17 Oktober 2011

Prestasi Abadi



Bacaan: 1 Petrus 3: 3-4


3:3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,

3:4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.



Sadarkah kita bahwa manusia itu adalah mahluk kekal? Jika memandang kekekalan, jangan hanya menghubungkannya dengan keberadaan manusia yang tidak bisa lenyap; tetapi yang paling penting adalah apa yang telah kita ukir selama hidup di dunia ini. Kekekalan tidak akan ada artinya jika tidak ada prestasi yang kita capai selama hidup di dunia ini. Justru inilah dahsyatnya kekekalan, yaitu jika kita berhasil mengukir sesuatu yang akan dimiliki dan dinikmati di kekekalan nanti.


Harus kita ingat bahwa nasib kekal kita sangat ditentukan oleh bagaimana kita mengisi hari-hari hidup kita selama di dunia ini. Setelah kita meninggalkan dunia, tidak ada lagi kesempatan bagi kita untuk mengukir prestasi abadi. Dengan mengerti hal ini, marilah memperlakukan hidup ini dengan baik. Namun bagaimana caranya?


Kita dapat memperlakukan hidup dengan baik dan mengukir prestasi abadi kalau kita mewarnai jiwa kita sesuai dengan warna yang Tuhan inginkan. Inilah bukti dari prestasi kita. Warna jiwa di sini menunjuk kepada kualitas sikap hati atau manusia batiniah kita. Tentu ini tidak cukup diukur dengan perbuatan baik yang bisa dilakukan seseorang.


Jika kita memiliki warna jiwa sesuai dengan kehendak Allah, berarti kita memiliki pikiran dan perasaan Tuhan. Semua tindakannya sesuai dengan apa yang juga diinginkan Tuhan. Tuhan Yesus memberikan teladan, dengan menyatakan bahwa makanan-Nya adalah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya (Yoh. 4:34). Ia mengerjakan apa yang dikehendaki oleh Bapa untuk dikerjakan.


Kualitas akhir hidup kita yang akan terpatri di agenda abadi Tuhan di kekekalan. Menyadari hal ini, betapa kita harus sungguh-sungguh berusaha mewarnai jiwa kita seperti yang diinginkan Allah. Itulah sebabnya keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus disebut sebagai keselamatan jiwa. Jangan terlampau menyederhanakan hal ini sebagai terhindarnya jiwa seseorang dari neraka; keselamatan jiwa adalah keberhasilan jiwa seseorang diwarnai oleh kebenaran Tuhan, sehingga sikap hatinya sesuai atau sama dengan sikap hati Tuhan Yesus Kristus.


Warna jiwa inilah yang berharga di mata Allah. Bukan perhiasan jasmani yang berharga di mata-Nya, melainkan perhiasan rohani yaitu manusia batiniah kita, yang telah diwarnai oleh roh yang lemah lembut dan tenteram. Sesuatu yang berharga di mata Allah nilainya pasti kekal. Sementara apa yang berharga di dunia, nilainya sementara, sehingga tidak bisa dikatakan berkualitas. Kumpulkanlah harta di surga, yang bernilai kekal.



Kita berprestasi apabila manusia batiniah kita memiliki pikiran dan perasaan Kristus.



Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.