RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Kesempatan Yang Disia-siakan

Renungan Harian Virtue Notes, 5 Oktober 2011

Kesempatan Yang Disia-siakan



Bacaan: Yohanes 18: 36-38


18:36 Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini."

18:37 Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Jadi Engkau adalah raja?" Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku."

18:38 Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?" (18-38b) Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya.



Dialog antara Tuhan Yesus dengan Gubernur Pontius Pilatus ini terjadi menjelang penderitaan Kristus di kayu salib. Sebenarnya ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi Pilatus. Ia mendapat kesempatan untuk mengenal Kerajaan Kristus.


Dalam dialog tersebut Tuhan Yesus menyatakan bahwa kerajaan-Nya bukan dari dunia ini (ay. 36). Pernyataan inilah yang membuat Pilatus dan semua orang yang mendengarnya menjadi bertanya-tanya. Kalau kerajaan-Nya bukan dari dunia ini, apakah berarti ada dunia lain di mana ada pula kerajaan seperti kekaisaran Roma? Pada kesempatan itu sesungguhnya Tuhan Yesus sudah menawarkan suatu Kerajaan, yaitu kehidupan yang sempurna di balik kubur dunia ini.


Pernyataan Yesus bahwa kerajaan-Nya bukan dari dunia ini menggugah Pilatus, sehingga Pilatus bertanya apakah Ia seorang Raja (ay. 37). Kemudian Tuhan Yesus secara tidak langsung menegaskan bahwa diri-Nya adalah Raja, sekaligus menyatakan bahwa Ia datang untuk menunjukkan kebenaran. Dari pernyataan Yesus tersebut bisa timbul pertanyaan, apa hubungan-Nya Kerajaan-Nya dengan kebenaran? Hubungannya adalah bahwa hanya orang yang mengenal kebenaranlah yang dapat mengenal Kerajaan-Nya.


Tatkala Tuhan Yesus dianiaya, Ia tidak membuka mulut-Nya. Ia diam seribu bahasa ketika ditanyai oleh imam besar dan Raja Herodes. Ia tidak membuka mulut sekalipun harus ditampar, disiksa, di+tnah didepan orang banyak. Tetapi untuk Pilatus, Tuhan Yesus berkenan membuka mulutnya menggelar dialog. Sayang sekali Pilatus menyia-nyiakan kesempatan berharga tersebut. Ia hanya mengakhiri interogasinya dengan kalimat, “Apakah kebenaran itu?” (ay. 38) tanpa menunggu jawaban. Padahal ia telah begitu dekat dengan kebenaran.


Kesempatan Pilatus yang disia-siakan itu menjadi gambaran kehidupan banyak orang hari ini. Sesungguhnya banyak orang Kristen yang belum mengenal kerajaan-Nya, terbukti pada fakta bahwa mereka takut menghadapi kematian dan enggan menyongsong kedatangan-Nya. Tanpa mengenal kebenaran, memang orang tidak mengenal Kerajaan-Nya. Kalau kita masih diberi kesempatan yang cukup untuk mempelajari kebenaran Kristus, janganlah kita menyia-nyiakannya seperti Pilatus. Karena itulah satu-satunya cara untuk mengenal Kerajaan-Nya. Ambillah keputusan sekarang untuk memilih kerajaan-Nya, dengan meninggalkan kubangan kesenangan dunia dan jerat kerajaan dunia.



Jangan menyia-nyiakan kesempatan untuk mempelajari kebenaran Kristus dan mengenal Kerajaan-Nya.



Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.