RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Sikap Terhadap Materi

Renungan Harian Virtue Notes, 13 Oktober 2011

Sikap Terhadap Materi



Bacaan: Lukas 4: 8


4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"



Seberapa tinggi penghormatan seseorang kepada Tuhan dapat ditandai dengan beberapa hal, di antaranya sikapnya terhadap dunia ini. Ini menyangkut seberapa tinggi penghargaannya terhadap materi. Kalau penghargaannya terhadap materi melampaui penghargaannya terhadap Tuhan, berarti ia belum mengormati Tuhan sepantasnya.


Inilah yang dilakukan oleh hampir semua manusia di bumi ini. Bagi mereka, nilai tertinggi kehidupan ini adalah materi. Materi di sini maksudnya adalah kekuatan uang yang bisa membuat seseorang merasa aman, terjamin dan terhormat atau dianggap penting oleh sesamanya. Hal ini hampir tidak bisa dihindari, sebab memang materi memiliki kekuatan sosial yang sangat kuat. Apalagi pada zaman sekarang manusia sudah terdorong untuk menjadi sangat materialistis. Hampir semua orang menjadi makhluk yang tidak menghormati Tuhan sepantasnya. Mereka beribadah, tetapi seperti kata Paulus, pada hakikatnya mereka memungkiri kekuatannya (2 Tim. 3:5).


Ingat bahwa Tuhan Yesus menyatakan bahwa kita harus menyembah Tuhan Allah dan hanya kepada-Nyalah kita berbakti. Menyembah di sini jangan hanya dibawa dalam wilayah keberagamaan yang akhirnya terkristal dalam bentuk ritual seremonial atau liturgi. Kata “menyembah” dalam teks ini dalam bahasa aslinya adalah proskynĂ©o yang artinya “memberi nilai tinggi”, Jadi, orang percaya atau manusia pada umumnya harus memberi nilai tinggi Tuhan.


Seberapa tinggi kita harus menghargai-Nya? Tentu harus setinggi-tingginya. Untuk itu kita harus berani menganggap bahwa materi tidak bernilai sama sekali kalau tidak digunakan bagi kepentingan-Nya. Bagi kita yang adalah milik Tuhan, mengumpulkan materi bagi kepentingan kita saja adalah tidak wajar dan tidak halal. Hidup untuk diri kita sendiri dengan mengusahakan materi hanya untuk perasaan aman, terjamin dan kehormatan pribadi adalah sikap yang tidak menghormati Tuhan.


Dalam kehidupan kita, jangan sampai terjadi keadaan di mana Tuhan dijadikan alat untuk meraih materi dunia. Itu merupakan pembalikan hierarki. Tuhan haruslah di atas segalanya. Kalau Tuhan dijadikan alat, berarti kita telah menjadikan diri kita sebagai tuhan. Itu sikap pemberontakan, seperti Lucifer. Selama masih diberikan kesempatan, marilah kita bertobat dan menyadari bahwa jika kita mau menghormati Tuhan sepantasnya, berarti apa pun yang ada pada diri kita harus digunakan bagi kepentingan-Nya.



Kita harus berani menganggap bahwa materi tidak bernilai sama sekali kalau tidak digunakan bagi kepentingan Tuhan.



Diadaptasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.