RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Yesus Yang Lain

Renungan Harian Virtue Notes, 10 Oktober 2010
Yesus Yang Lain


Bacaan : 2 Korintus 11 : 3-4

11:3 Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
11:4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau
Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.


Malang sekali, banyak orang merasa sudah mengenal TUHAN Yesus. Padahal mereka hanya mengenal nama-NYA, tetapi tidak mengenal pribadi-NYA. Itu berarti mereka sesungguhnya belum mengenal-NYA, apalagi dikenal oleh-NYA, sebab mengenal nama-NYA belum berarti mengenal pribadi-NYA.

Dewasa ini telah beredar banyak ajaran yang sebenarnya sangat bertentangan dengan kebenaran Injil. Ajaran-ajaran itu menggunakan nama Yesus, tetapi TUHAN Yesus yang mereka perkenalkan bukanlah TUHAN Yesus yang orisinal. Walaupun mereka mengunakan Alkitab sebagai landasan ajarannya, sejatinya mereka tidak paham bagaimana menggali kebenaran dalam Alkitab dengan benar. Harus diingat bahwa bidat-bidat atau ajaran sesat di lingkungan Kristen yang pernah ada di dunia ini pun selalu menggunakan Alkitab sebagai landasan berpikirnya, tetapi mereka sesat akibat tidak memahami isi Alkitab dengan benar.

Sangat menyedihkan karena begitu mudahnya orang menggambarkan sosok TUHAN Yesus. Mereka menggunakan nama Yesus kapan saja, di mana saja dan untuk tujuan apa saja. Sedikit-sedikit orang mengatakan, “Dalam nama Yesus” sebagai mantra yang dianggap berkekuatan gaib. Kalau begini, di manakah sikap hormat mereka terhadap pribadi TUHAN Yesus? Rupanya Yesus yang mereka imajinasikan itu bukanlah Yesus dalam Alkitab, tetapi Yesus yang lain. Ini bisa terjadi, sebab Paulus sendiri menyinggung mengenai Yesus yang lain. Memberitakan Yesus yang lain berarti memberitakan Injil yang lain. Ini mengakibatkan seseorang yang yakin dirinya dikenal oleh TUHAN ternyata tidak dikenal-NYA. Betapa mengerikan manakala TUHAN Yesus berkata, “Yesus yang mana yang kaukenal? AKU tidak seperti yang kaubayangkan. AKU tidak kenal kamu!”

Banyak orang Kristen membayangkan Yesus sebagai pribadi yang sangat mistis dan magis. Berbicara mengenai TUHAN Yesus selalu dihubungkan perbuatan-perbuatan-NYA yang ajaib dan supranatural. Padahal kalau kita membaca Alkitab, TUHAN mengajar agar kita melakukan kehendak-NYA, bukan kehendak kita sendiri. TUHAN Yesuslah Majikan Agung kita, Tuan Besar kita; tetapi mengapa kita menyejajarkan DIA dengan kuasa-kuasa yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan kita sendiri? Tidakkah ini kurang ajar? Marilah kita mulai sekarang ini bertekad untuk membangun karakter kita agar semakin seperti Kristus dan berkenan di hadapan-NYA. Tempatkan diri kita sebagai hamba; posisikan DIA sebagai TUHAN dan katakan, “Jadilah kehendak-MU, TUHAN.”


Kita harus melakukan kehendak TUHAN, bukan memanfaatkan TUHAN untuk memenuhi kehendak kita.


Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.

Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.