RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Kesudahannya

Renungan Harian Virtue Notes, 1 Oktober 2010
Kesudahannya
Rata Penuh


Bacaan : Mazmur 73 : 3–19

73:3 Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.
73:4 Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka;
73:5 mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.
73:6 Sebab itu mereka berkalungkan kecongkakan dan berpakaian kekerasan.
73:7 Karena kegemukan, kesalahan mereka menyolok, hati mereka meluap-luap dengan sangkaan.
73:8 Mereka menyindir dan mengata-ngatai dengan jahatnya, hal pemerasan dibicarakan mereka dengan tinggi hati.
73:9 Mereka membuka mulut melawan langit, dan lidah mereka membual di bumi.
73:10 Sebab itu orang-orang berbalik kepada mereka, mendapatkan mereka seperti air yang berlimpah-limpah.
73:11 Dan mereka berkata: "Bagaimana Allah tahu hal itu, adakah pengetahuan pada Yang Mahatinggi?"
73:12 Sesungguhnya, itulah orang-orang fasik: mereka menambah harta benda dan senang selamanya!
73:13 Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah.
73:14 Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagi.
73:15. Seandainya aku berkata: "Aku mau berkata-kata seperti itu," maka sesungguhnya aku telah berkhianat kepada angkatan anak-anakmu.
73:16 Tetapi ketika aku bermaksud untuk mengetahuinya, hal itu menjadi kesulitan di mataku,
73:17 sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka.
73:18 Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur.
73:19 Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan!


Mazmur 73 ditulis oleh Asaf mengungkapkan pertanyaan yang kerap kita tanyakan: mengapa orang jahat berkeadaan baik dan hidup enak, sementara orang benar mengalami kesusahan? Namun ia memperoleh jawabannya setelah melihat kesudahannya. Maka tidak perlu kita cemburu terhadap orang jahat yang hidupnya tampak lebih beruntung. ALLAH adil dan memperhitungkan segala sesuatu.

Kata “kesudahan” di ayat 17 dalam bahasa aslinya ditulis אַחֲרִיתּ (akhărîth), yang juga bermakna “masa depan”, “saat terakhir”.
Jadi kita belajar bahwa iblis sangat cerdik dan licik, sebab ia menyembunyikan akhir dari suatu perjalanan. ia menyembunyikan apa yang menanti, apabila manusia memilih untuk mengikutnya. Mungkin kita berpikir, tidak banyak manusia yang memilih untuk mengikut iblis. Kenyataannya tidak demikian, sebab orang yang tidak mau mengikut TUHAN secara otomatis menjadi pengikut iblis.

Apakah kesudahan perjalanan pengikut iblis yang disembunyikan itu? Itulah neraka, yang juga di Perjanjian Baru digambarkan dengan istilah “ratap tangis dan kertak gigi”. Ini menunjuk keadaan seseorang yang terpisah dari hadirat TUHAN selamanya. Sayangnya akhir-akhir ini tidak sering terdengar lagi khotbah mengenai neraka. Membahas tentang neraka dianggap kuno, bukan zamannya lagi, dan tidak lagi menarik di telinga orang modern. Orang menganggap soal neraka tidak perlu dibicarakan, toh orang Kristen tidak akan masuk neraka.

Kalau soal neraka tidak perlu dibicarakan, tidakkah itu berarti orang Kristen terjerat tipuan iblis yang menyembunyikan kesudahannya? Itu bentuk penyesatan yang sangat kuat memengaruhi banyak orang sehingga mereka menjadi tidak waspada lagi terhadap bahaya yang sangat besar dalam kehidupan ini yaitu api kekal. Banyak orang Kristen dibutakan sehingga masa bodoh dengan akhir kehidupannya nanti. Ia menjalani roda hidupnya seolah-olah tidak ada masalah, dan merasakan segala sesuatu berjalan dengan baik, aman dan tidak ada bahaya. Ia lupa bahwa suatu hari kelak ia harus bertanggung jawab atas seluruh kehidupannya, yaitu keputusan-keputusan dan pilihan-pilihannya.

Bagaimana mata hati kita bisa dicelikkan? Saat kita mengerti kebenaran-kebenaran inti dari Firman TUHAN, kita menjadi semakin bijaksana untuk memandang hari esok.
Kita semakin berhati-hati dan tidak ceroboh dalam kehidupan ini, agar di saat terakhir nanti kita bertemu ALLAH yang berkata, “Baik sekali hamba-KU yang baik dan setia; Masuklah dalam kebahagiaan TUHAN mu.”


Waspadalah dengan iblis yang menyembunyikan kesudahannya, dan bijaksanalah untuk memandang hari esok.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.

Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.