RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Kuasa Supaya Menjadi Anak-anak ALLAH

Renungan Harian Virtue Notes, 8 Oktober 2010
Kuasa Supaya Menjadi Anak-anak ALLAH


Bacaan : Yohanes 1 : 12-13

1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.


Dalam Yoh 1:12, untuk kata “kuasa” dalam teks aslinya digunakan kata ἐξουσία (eksusía). Kata ini lebih tepat diartikan sebagai “hak istimewa” (dalam bahasa Inggris, privilege). Selain eksusía, dalam teks Yunani terdapat kata lain yang juga berarti kuasa, yaitu δύναμις (dýnamis). Tetapi dýnamis, yang merupakan asal kata dinamit, lebih menggambarkan “sesuatu yang menggerakkan atau mendorong”. Oleh sebab itu dýnamis dapat pula diterjemahkan sebagai “daya” (Inggris: power).

Banyak orang mengacaukan pengertian kata “kuasa” dalam Alkitab akibat mencampuradukkan eksusía dan dýnamis. Untuk ini, mau tidak mau kita harus memeriksa teks aslinya, sebab ketidakjelasan makna aslinya berdampak cukup signifikan. Dengan mengetahui eksusía (hak) berkenaan dengan sesuatu yang harus diresponi secara bertanggung jawab dan berkesinambungan, maka kita akan dapat lebih giat meresponinya dengan bijaksana. Kalau kita mengerti eksusía adalah fasilitas, maka kita lebih bisa membawa diri sebaik-baiknya dalam memanfaatkannya.

Hak istimewa apa saja yang diberi ALLAH kepada kita yang mengaku dengan mulut kita, percaya dalam hati kita, dan mau menerima TUHAN Yesus? Ada empat hal. Pertama, kita memiliki jaminan pemeliharaan ALLAH yang sempurna sehubungan dengan kebutuhan jasmani. Kita akan dipelihara lebih dari burung di udara dan bunga di padang (Mat. 6:25–33). Oleh sebab itu tak perlulah kita khawatir dan menjadi serakah, sebab kita percaya TUHAN memelihara kita dengan sempurna kalau kita mendahulukan Kerajaan-NYA.

Kedua, kita diberi-NYA Roh Kudus yang menjadi pendamping (παράκλητος, paraklētos) yang menuntun kita kepada segala kebenaran (Yoh. 14:15–31; 16:4–15). Untuk ini kita harus membuka diri kepada pimpinan-NYA. Orang Kristen tanpa Roh Kudus tidak akan pernah menjadi anak TUHAN selamanya.

Ketiga, kita diberi-NYA Firman TUHAN yang menghasilkan kelahiran baru dan terus memberi pembaruan di dalam pikiran (1Ptr. 1:23), makanan rohani yang menumbuhkan kodrat ilahi dalam diri kita. Tanpa Firman, tidak akan ada pertobatan, tak ada kelahiran baru dan pembaruan menuju kesempurnaan.

Keempat, TUHAN turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi-NYA (Rm. 8:28). Supaya menjadi anak-anak ALLAH, tidak cukup kita hanya mendengar Firman, tetapi kita juga harus mengalami segala peristiwa hidup yang menjadi sarana TUHAN mengubah karakter kita. Itulah pelajaran dalam sekolah kehidupan.


Supaya menjadi anak-anak ALLAH, ALLAH memberikan hak istimewa kepada kita.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.

Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.