RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Api Compassion

Renungan Harian Virtue Notes, 23 Pebruari 2011

Api Compassion



Bacaan: Imamat 10: 1-2


10:1. Kemudian anak-anak Harun, Nadab dan Abihu, masing-masing mengambil perbaraannya, membubuh api ke dalamnya serta menaruh ukupan di atas api itu. Dengan demikian mereka mempersembahkan ke hadapan TUHAN api yang asing yang tidak diperintahkan-Nya kepada mereka.

10:2 Maka keluarlah api dari hadapan TUHAN, lalu menghanguskan keduanya, sehingga mati di hadapan TUHAN.



Perjanjian Lama mencatat kisah tragis dua anak Harun yaitu Nadab dan Abihu yang mati dihanguskan oleh api yang keluar dari hadapan Tuhan. Kesalahan mereka adalah mempersembahkan api asing ke hadapan Tuhan. Hukuman itu dijatuhkan Tuhan kepada mereka karena mereka tidak taat kepada ketentuan-Nya, bahwa api yang boleh dipersembahkan hanyalah api dari mezbah yang di hadapan Tuhan (Im. 16:12). Demikian juga dengan api compassion. Compassion yang ada pada kita haruslah yang juga ada pada Tuhan Yesus Kristus. Api compassion ini haruslah api yang asli dari Tuhan, bukan api asing. Bagaimana kita dapat memiliki compassion yang benar?


Semua kebenaran yang diterima kita dalam taraf yang memadai akan membangun pola berpikir, yang kemudian akan membangun api compassion yang benar. Kalau pemahamannya akan Firman Tuhan salah, maka api compassion-nya juga salah atau asing. Misalnya, dengan pemahaman yang salah bahwa manusia hidup untuk menikmati dunia ini, dan berkat Tuhan adalah hidup berlimpah materi tanpa masalah di bumi, maka yang diusahakan dalam hidup ini hanyalah hal-hal tersebut. Pelayan Tuhan yang memiliki konsep tersebut kalau berdoa pastilah hanya untuk pemenuhan kebutuhan jasmani, padahal itu tidak menyelamatkan jiwa manusia.


Seruan terus-menerus agar kita belajar Firman Tuhan bermaksud agar kita memiliki api compassion yang benar. Memiliki motivasi hidup yang benar dalam pengabdian kepada Tuhan atau dalam pelayanan pekerjaan-Nya. Jadi, kalau sekarang kita melihat banyak orang sibuk dengan pelayanan pekerjaan Tuhan, gairah mereka yang menyala-nyala belum tentu dari api yang benar. Api yang benar dapat terbangun hanya oleh pengertiannya terhadap kebenaran yang murni. Maka perhatikan apa yang diajarkan mereka. Kalau ajaran mereka tidak sesuai dengan ajaran murni Tuhan Yesus, pastilah api mereka bukanlah api yang murni pula (Gal. 1:6–10).


Agar dapat memiliki compassion seperti seperti yang dimiliki Tuhan, yang terpenting adalah kita harus memiliki pikiran Allah. Untuk itu kita harus memahami rencana penyelamatan dunia ini. Untuk memahami penyelamatan dunia ini, kita harus mengerti Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh; menyangkut siapa Allah, mengapa Ia menciptakan manusia, siapa dan bagaimana manusia itu, mengapa manusia jatuh dalam dosa, bagaimana penyelesaian atas kejatuhan manusia, apakah keselamatan itu, bagaimana proses keselamatan dalam kehidupan orang percaya, apa tugas orang yang sudah diselamatkan, dan lain sebagainya.



Agar dapat memiliki compassion seperti yang dimiliki Tuhan, yang terpenting adalah kita harus memiliki pikiran Allah.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Bookmark and Share

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.
 
Powered By Blogger