RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Warna Jiwa

Renungan Harian Virtue Notes, 6 September 2010
Warna Jiwa


Bacaan : Matius 25 : 31–40

25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
25:35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
25:36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
25:37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?
25:38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
25:39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.


Ada orang yang melakukan kebaikan karena sudah menjadi wataknya, sifat bawaannya, kebiasaannya. Bahkan ia berbuat baik karena merasa memang seharusnya ia berbuat baik. Itu suatu kebutuhan dan bukan kewajiban; dan saat melakukannya, ia tidak merasa tengah berbuat baik. Ia tidak merasa baik, padahal yang dilakukannya itu sangat baik. Maka ia pun tak akan membanggakan dirinya; tidak menjadi sombong; tidak perlu orang lain melihat perbuatan baiknya; tidak perlu mendapatkan ucapan terima kasih; tidak perlu mendapatkan acungan jempol; tidak perlu mendapatkan piala; tidak perlu disanjung; tidak perlu dipuji. Sebab ia memandang kesempatan berbuat baik itu justru adalah anugerah baginya. Tidakkah ini luar biasa? Tetapi sesungguhnya, inilah kebaikan yang benar.

Kebaikan yang harus dimiliki orang percaya adalah kebaikan yang akan membuat orang-orang terfokus kepada TUHAN, dan membuat orang hanya memandang TUHAN dan kerajaan-NYA. TUHAN Yesus menggambarkan apa yang terjadi di akhir zaman. IA berkata kepada orang-orang yang benar, “Ketika AKU lapar, kamu memberi AKU makan; ketika AKU haus, kamu memberi AKU minum; ketika AKU telanjang, kamu memberi AKU pakaian; ketika AKU sakit, kamu melawat AKU….” (ay. 35–36).

Orang-orang itu berkata kepada TUHAN, “Kapan kami melihat TUHAN berkeadaan seperti itu?” TUHAN berkata, “Apa yang kaulakukan untuk saudaramu yang paling hina, yang membutuhkan pertolongan, yang menderita, itu sama seperti kaulakukan untuk AKU.” Orang-orang benar itu tidak tahu dan tidak merasa bahwa semua yang mereka lakukan itu sesungguhnya mereka lakukan untuk TUHAN. Memang haruslah demikian. Kebiasaan itu harus menjadi irama hidup dan mewarnai jiwanya.

Jadi kebaikan itu adalah warna jiwa kita. Ibarat suatu ledakan yang harus dikeluarkan dan harus diekspresikan, orang-orang yang benar di mata TUHAN akan otomatis berbuat baik di mana saja. Otomatisasi perbuatan baik ini akan terus berlangsung sampai menutup mata, bahkan sampai kekekalan, iman dan pengharapan akan lenyap, tetapi kasih itu abadi. Orang yang menghayati kebaikan yang ideal dan mutlak adalah orang yang akan terus mewarnai jiwanya dengan selalu berbuat baik dengan tanpa merasa dan menuntut imbalan balik atau balas budi dari orang yang menerima kebaikannya. Sudahkah kita menghayati kebaikan TUHAN? Berdoalah untuk meminta pimpinan Roh Kudus, agar di mana pun kita berada, warna jiwa kita selalu memancarkan kebaikan-NYA.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.

Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.