RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Episentrum

Renungan Harian Virtue Notes, 29 September 2010
EpisentrumRata Penuh


Bacaan : Roma 10 :17

10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.


Alkitab menulis bahwa iman datang dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus. Jadi seseorang memiliki iman bukan karena memuji-muji nama TUHAN dengan nyanyian, bukan pula karena melihat dan mengalami mukjizat, tetapi karena mendengar Firman Kristus.

Perhatikan, manuskrip-manuskrip Perjanjian Baru yang terbaik menulis “Firman Kristus” (ῥήματος Χριστοῦ, rématos Khristú), bukan Firman ALLAH. Memang beberapa manuskrip Perjanjian Baru yang lain ada yang menulis “Firman ALLAH” (ῥήματος θεοῦ, rématos Theú). Apa bedanya? Tidak beda, karena Kristus adalah ALLAH.

Hanya kalau dikatakan Firman Kristus, maka kebenaran yang dipahami umat Perjanjian Baru haruslah bermuara pada Perjanjian Baru. Untuk memahami lebih lengkap Perjanjian Baru, memang harus membedah Perjanjian Lama. Tetapi laksana gempa bumi, Perjanjian Baru harus menjadi episentrumnya (pusat gempanya).

Landasan seseorang beriman kepada Tuhan adalah Firman TUHAN yang tertulis di dalam Alkitab. Untuk itu patut dipersoalkan, berapa ayat, berapa pasal yang harus dibaca dan berapa khotbah yang harus di dengar sampai seseorang memiliki pengertian yang cukup sehingga memiliki iman yang benar. Berkenaan dengan hal ini, tidak sedikit orang yang merasa sudah beriman dengan benar padahal sebenarnya belum.

Paralel dengan hal ini, juga dikatakan, “Manusia hidup bukan dari roti saja,tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Mat. 4:4). Setiap Firman yang keluar dari mulut ALLAH mengindikasikan kebenaran Firman TUHAN yang dipahami secara memadai menghasilkan kehidupan rohani seseorang mengalami pertumbuhan secara signifikan. “Dari mulut ALLAH” mengacu Firman ALLAH yang keluar dari mulut
TUHAN Yesus Kristus, yaitu Injil yang nilainya tiada tara.

Berarti Alkitab benar-benar berharga sebagai panduan jalan hidup yang harus digali seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Jangan puas dengan mendengar khotbah di gereja pada hari Minggu yang hanya sesaat saja, dan lalu merasa bahwa telah dibekali dengan kebenaran Firman TUHAN yang memadai. Sebab kadang-kadang saat di gereja, konsentrasi kita terganggu; atau isi pemberitaan Firman TUHAN-nya memang tidak mudah ditangkap; atau memang khotbahnya tidak sesuai dengan kebenaran Alkitab. Alkitab adalah makanan rohani yang harus dikonsumsi secara berkesinambungan setiap hari. Mari berkomitmen untuk bangkit, dan dengan dorongan diri sendiri kita mengambil keputusan untuk menghargai Alkitab sebagai Firman TUHAN dan berusaha terus menggali kekayaan yang ada di dalamnya.



Hargailah kebenaran Firman TUHAN yang bermuara pada Perjanjian Baru



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.

Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.