RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Dari Isi Hati TUHAN

Renungan Harian Virtue Notes, 7 September 2010
Dari Isi Hati TUHAN


Bacaan : 1 Korintus 13 : 1–8

13:1. Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
13:4. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
13:8. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.


Satu hal yang harus dimengerti dan dipahami adalah bahwa kebaikan yang dimiliki orang percaya haruslah kebaikan yang menurut standar ALLAH. Itu bukan diukur dari apa dan bagaimana kebaikan itu, tetapi apakah motivasi perbuatan itu, berangkat dari isi hati TUHAN atau kehendak manusia? Sebab selama ini yang menjadi ukuran berbuat baik adalah jika perbuatan kita membuat orang senang: orang lapar diberi makanan sehingga kenyang, orang telanjang diberi baju sehingga berpakaian. Sesederhana itu, padahal membuat orang lain senang belum tentu baik. Baik di sini menurut ukuran TUHAN tentunya.

Kalau kebaikan berangkat dari isi hati dan pertimbangan manusia, misalnya menyenangkan orang lain, itu belum tentu berarti dia orang baik. Tetapi bila perbuatan baik yang kita lakukan berangkat dari isi hati TUHAN, maka orang itu pasti adalah orang baik.

Kepada jemaat di Korintus, Rasul Paulus menjelaskan mengenai kasih. Apa itu kasih?
… sekalipun membagi-bagikan segala sesuatu… sekalipun menyerahkan tubuh untuk dibakar, tanpa kasih sia-sia.” Tidakkah ini membingungkan?

Kasih itu bukan sekadar perbuatan baik. Belum tentu perbuatan baik itu adalah tindakan kasih. Kasih adalah semua tindakan yang berangkat dari hati TUHAN. Ingat ketika pemimpin yang kaya datang kepada TUHAN Yesus dan berkata, “Guru yang baik,” (Luk. 18:18) lalu Yesus menyahut, “Tidak ada yang baik selain ALLAH.” Ini bukan berarti Yesus tidak baik; tetapi Yesus ingin meluruskan pandangan orang itu, bahwa hanya tindakan yang berangkat dari hati ALLAH lah yang baik; kebaikan itu tidak seperti apa yang dianggap orang itu. Jadi kalau ada tindakan yang tidak sesuai dengan pikiran ALLAH, itu tidak baik, itu pasti kejahatan di mata TUHAN, apa pun perbuatan itu. “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (1Yoh. 4:8) Berarti semua tindakan di luar pikiran dan kehendak ALLAH, pasti bukan kasih, pasti tidak baik, pasti kejahatan.

Jadi jangan heran kalau ada orang yang misalnya bisa bernubuat, memberikan seluruh hartanya, atau mengorbankan dirinya untuk dibakar. Bila tidak sesuai dengan kehendak dan isi hati TUHAN, berarti itu tanpa kasih, sia-sia belaka, tidak baik. Jadi untuk memiliki perbuatan baik, marilah kita bukan sekadar belajar moral dan budi pekerti, tetapi lebih dari itu, mari belajar semakin mengenal isi hati TUHAN.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.

Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.