RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

TUHAN Tidak Sembrono

Renungan Harian Virtue Notes, 10 September 2010
TUHAN Tidak Sembrono


Bacaan : Kolose 3 : 1–4

3:1. Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
3:3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.
3:4 Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.


Menyambung kisah mengenai keselamatan penjahat di samping salib TUHAN (Luk. 23:39–43), ada pelajaran berharga lain yang kita peroleh. Melalui perkataannya, kita dapat melihat rasa hormatnya kepada TUHAN Yesus. Rupanya ia sudah mengenal TUHAN Yesus sebelum penyaliban mereka; Itulah sebabnya ia dapat membela TUHAN Yesus dan mengatakan bahwa Yesus tidak bersalah.

Penjahat yang saleh ini tidak mempersoalkan masalah dunia fana tetapi ia mempersoalkan perkara-perkara Surgawi, yaitu Firdaus. Sukar menuduhnya tidak rohani. Sebagai perbandingan, penjahat yang disalib di sebelah lain mempersoalkan bagaimana ia bisa turun dari salib itu, yang berarti ia masih mempersoalkan bagaimana menikmati hidup di dunia ini. Tapi si penjahat saleh memberi contoh sikap hati yang mencari perkara-perkara yang di atas (Kol. 3:1–4). Sekalipun dalam kondisi terjepit, ia masih memandang Kerajaan TUHAN Yesus Kristus. Ia tidak hanyut dalam keduniawian; ia memiliki kepribadian Surgawi.

TUHAN tentu tidak sembrono mempersilahkan penjahat di sampingnya masuk Firdaus tanpa memenuhi kriteria penghuni Firdaus. Kalau penjahat tersebut masih bermental jahat, masakan disamakan dengan orang-orang saleh di Surga? Jadi orang ini berstatus penjahat hanya secara lahiriah dicap oleh Roma, tetapi mentalnya penduduk Firdaus. Dengan melihat sikap hati penjahat saleh ini, kita belajar sikap hati yang benar, yang harus kita miliki di hadapan TUHAN; yang tidak dapat dibangun dalam beberapa jam semata-mata. Sikap hati yang benar dan kesadaran mengasihi TUHAN.

Di tengah situasi frustrasi menuju kematian, penjahat ini tidak menghujat TUHAN Yesus; ia tidak mempersalahkan TUHAN dan tidak pula memaksa TUHAN menolongnya. Ia mengakui bahwa TUHAN Yesus tidak bersalah. Ia tidak egois; ia tidak memikirkan nasibnya sendiri, tetapi kepentingan Yesus. Dalam keadaan terjepit seperti penjahat tersebut, ia masih memikirkan kepentingan TUHAN walau ia sendiri memiliki kepentingan. Inilah sebenarnya landasan pelayanan yang benar kepada TUHAN. Orang-orang seperti ini pantas mendapat mahkota.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.


Note: Manfaatkan Hari Raya Idul Fitri ini untuk memancarkan kasih Kristus kepada saudara-saudara kita yang merayakannya.


Bookmark and Share

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.
 
Powered By Blogger