RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Segambar Dengan ALLAH

Renungan Harian Virtue Notes, 23 Agustus 2010
Segambar Dengan ALLAH
Rata Penuh


Bacaan : Matius 19 : 23–26

19:23. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
19:24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
19:25 Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
19:26 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."


Mungkin kita sering menyanyikan lagu, “Tiada mustahil bagi DIA, oo… tiada mustahil bagi DIA…” Apa yang ada dalam benak kita saat menyanyikan lagu tersebut? Apakah kita berpikir, TUHAN yang gagah perkasa dan Maha Kuasa sanggup menolong kita untuk menyelesaikan segala permasalahan hidup kita… sakit penyakit kita menjadi sembuh, kemiskinan kita diubah menjadi kecukupan, kesedihan kita diangkat oleh-NYA?

Sebagai orang percaya yang ingin terus bertumbuh dewasa, kita harus sadar bahwa semua itu bukan masalah besar bagi TUHAN. IA bisa menyembuhkan penyakit sedahsyat apa pun. IA bisa membangkitkan orang mati. Semua itu hal sepele bagi-NYA. Semestinya saat kita berkata “Tiada mustahil bagi DIA”, yang ada dalam pikiran kita adalah, “Sama sekali bukan hal yang mustahil bagi DIA untuk menolong kita menembus kemustahilan.”

Yang dianggap mustahil sesungguhnya adalah, ALLAH Yang Maha Tinggi, yang tidak terjangkau akal pikiran manusia, menuntun manusia yang sudah rusak untuk mengembalikan gambar diri-NYA di dalam diri manusia. ALLAH berkenan mengembalikan manusia untuk kembali menjadi segambar dengan diri-NYA. Manusia yang berdosa bisa mencapai kesempurnaan, bisa mencapai kebaikan seperti yang TUHAN kehendaki.

Keselamatan adalah upaya ALLAH mengembalikan manusia pada rancangan-NYA, yaitu kembali seperti Adam yang semula dalam keadaan sempurna serta Adam yang mengerti kehendak TUHAN, apa yang baik dan yang berkenan dan yang sempurna. Itu mustahil bagi orang kaya (ay. 23–24). Yang dimaksud dengan “orang kaya” di sini adalah orang yang masih terbelenggu dengan ikatan-ikatan duniawi, yang menggantungkan diri dengan harta, atau yang mencintai harta.

Namun ALLAH sanggup menggarap manusia untuk kembali menjadi segambar dengan DIA, asalkan manusia mau memberikan respons, dengan melepaskan segala belenggu-belenggu ikatan duniawi, atau dalam konteks ayat-ayat ini, rela menjadi “tidak kaya”. Melepaskan belenggu-belenggu duniawi ini sangat ditentukan oleh kehendak bebas yang TUHAN telah berikan kepada kita, yaitu keinginan serta hasrat kita sendiri. TUHAN tidak akan memaksa kita. Jikalau kebenaran ini masuk menjadi milik kita, maka kita akan menjadi orang-orang yang luar biasa yang mengerti kebenaran dan dimerdekakan oleh kebenaran. Keselamatan dalam Yesus kristus pun menjadi bernilai dan berarti.



Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.

Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.