RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

TUHAN Sebagai Sahabat Abadi

Selasa, 23 Maret 2010

Bacaan : Ibrani 12 : 16,17; Kejadian 25 : 33; Yohanes 4 : 34; 1 Yohanes 2 : 6; Roma 8 : 29

Di saat sudah di ujung maut atau pada suatu keadaan fisik yang sudah tidak berfungsi lagi, seseorang tidak akan mampu memiliki keinginan apapun kecuali mengingat TUHAN yang dapat menjadi sahabat abadi.

Kalau selama hidupnya seseorang tidak menjadikan TUHAN sebagai sahabat abadi, maka di saat seperti itu -di ujung maut- sudah terlambat baginya untuk bertobat dan menggalang hubungan dengan TUHAN. Ia tidak berkesempatan lagi untuk membangun hubungan sebagai sahabat atau kekasih abadi-NYA. Pintu anugerah-NYA tertutup sehingga tidak ada kesempatan untuk memperbaiki diri. Inilah yang dialami Esau. Ia menukar hak kesulungannya untuk semangkuk makanan (Kejadian 25 : 33), dan ketika merasa membutuhkan hak kesulungan itu, ia tidak dapat memperolehnya kembali.

Firman TUHAN berkata hendaknya kita tidak menjadi cabul atau mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau (Ibrani 12 : 16). Kata cabul (bebelos) di sini menunjuk kepada "meninggalkan TUHAN" atau selingkuh : Melakukan percintaan dunia, yaitu menjadikan dunia sebagai sahabat abadi. Parahnya, manusia sekarang berselingkuh secara terang-terangan, dengan cara memohon TUHAN sebagai penolong untuk dapat menjadi sarana menjalin percintaan dengan dunia. Ini sama saja dengan kegilaan, di mana seorang istri meminta kepada suaminya seorang suami baru.

Sebelum kita berada pada situasi di ujung maut, marilah belajar dengan rela dan sukacita untuk mengenakan gaya hidup yang diajarkan TUHAN Yesus : "Makanan-KU ialah melakukan kehendak DIA yang mengutus AKU dan menyelesaikan pekerjaan-NYA" (Yohanes 4 : 34). Ini sebab setiap orang percaya wajib hidup sama seperti DIA hidup (1 Yohanes 2 : 6). Sehingga TUHAN Yesus "menjadi yang sulung di antara banyak saudara" (Roma 8 : 29).

Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.