RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Menanggalkan Keinginan Diri

Senin, 22 Maret 2010

Bacaan : Yohanes 21 : 18-19

Semua keinginan kita harus disalibkan, artinya : Kita menanggalkan keinginan yang berasal dari diri kita sendiri, dan kita menginginkan hal-hal yang sesuai dengan kehendak TUHAN. Ini mutlak harus dilakukan setiap orang yang telah ditebus oleh darah-NYA.

Bukan hal yang mudah, karena sudah terlalu lama kita hidup menuruti berbagai hasrat dan keinginan diri sendiri, meski hal itu dianggap wajar oleh manusia pada umumnya. Tetapi kalau kita mengerti dan menerima bahwa kehidupan ini diciptakan oleh suatu Pribadi yang memiliki kehendak atau keinginan, serta pikiran dan perasaan, maka kita harus mulai mempertimbangkan : Bolehkah kita sebebas-bebasnya mengumbar keinginan kita, tanpa mempertimbangkan apakah keinginan tersebut sesuai dengan kehendak, pikiran, dan perasaan Pribadi yang menciptakan kita? Harus dipahami bahwa sikap hidup dan segala gerak kehendak, pikiran dan perasaan kita sebagai anak-anak TUHAN sangat memengaruhi hati dan perasaan-NYA.

Sebelum kita bertobat dan mengikut TUHAN Yesus, kita merasa memiliki diri kita sendiri. Kita seperti Petrus yang masih muda, "mengikat pinggang sendiri dan berjalan ke mana saja yang kita kehendaki", tetapi setelah kita tua atau makin dewasa rohani, kita harus mengulurkan tangan dan orang lain akan "mengikat kita dan membawa kita ke tempat yang tidak kita kehendaki" (Yohanes 21 : 18). Inilah menyalibkan keinginan kita. Ini sejajar dengan doa TUHAN Yesus yang berbunyi , "Bukan kehendak-KU yang jadi, tetapi kehendak-MU" (Lukas 22 : 42), serta pelaksanaan dari Doa Bapa Kami yang berbunyi, "Jadilah kehendak-MU di bumi seperti di Surga" (Matius 6 : 10).

Maka kehendak TUHAN lah yang harus berdaulat penuh dalam kehidupan kita, bukan keinginan kita. Sebagai hamba-hamba-NYA, kita harus memberi diri tunduk terhadap kedaulatan dan otoritas-NYA secara penuh. Inilah hidup dalam ketaatan penuh (total submission). Manusia memang dirancang untuk ini sejak manusia itu diciptakan.

Bookmark and Share

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.
 
Powered By Blogger