RSS
email

Dapatkan Renungan Virtue Notes Langsung ke Email Anda!

Melihat ALLAH

Sabtu, 20 Maret 2010

Bacaan : Matius 5 : 8; Matius 15 : 17-20

"Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat ALLAH". Suci disini maksudnya tidak bernoda dan dicemari oleh pengaruh dunia dan iblis. Dan konteks kesucian disini adalah batiniah dan bukan lahiriah. Maksudnya sikap hati yang tidak melakukan kejahatan kepada sesama.

Dalam Matius 15 : 17-20 TUHAN Yesus memberikan arahan yang sangat jelas mengenai kesucian yang intinya adalah mengendalikan hati ini. Karena semua tindakan yang jahat bersumber dari pikiran yang jahat, dan pikiran yang jahat keluar dari hati yang jahat.

Seringkali kita datang kepada TUHAN mengharapkan pengampunan dan penyucian dosa kita oleh TUHAN. Namun bagaimana dengan sikap hati kita? Jangan-jangan sikap hati kita seperti ini : "asyik dosa saya sudah dihapus....besok berdosa lagi ahhh" Karena menjadi tanggung jawab kita untuk mengendalikan hati kita, yg kemudian tercermin dalam sikap hidup kita. Harus diingat kita memiliki kehendak bebas untuk memilih berpikir apa dan berhasrat apa. Yang kemudian akan mewujud menjadi perbuatan kita.

Jika kita merasa sebagai Anak TUHAN, Warga Negara Kerajaan Surga tentu kita harus memastikan kehidupan kita mencerminkan hal itu melalui perbuatan-perbuatan kita yang memuliakan TUHAN. Dan perbuatan kita timbul dari pikiran yang senantiasa memikirkan Kebenaran Firman TUHAN. Pikiran kita timbul dari sikap hati kita yang memilih senantiasa ingin menyenangkan TUHAN, memuliakan TUHAN, melekat dengan TUHAN.

Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Lisensi Creative Commons
Renungan Virtue Notes is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di virtuenotes.blogspot.com.